From Our Blog

Canon NPG 84

Penggunaan Toner Dan Tinta Mesin Fotocopy

Toner dan tinta mesin fotocopy

Mesin fotocopy dan printer sebagai alat cetak membutuhkan toner dan tinta sebagai bahan baku untuk membuat hasil, penentuan atau pemilihan toner dan tinta sangat berperan dalam kualitas hasil dan keawetan mesin fotocopy dan printer tersebut. Di samping sebagai alat cetak mesin fotocopy dan printer pada type-type tertentu sudah berfungsi juga sebagai alat pemindai atau scan yang dapat disimpan ke mesin yang sudah mempunyai hardisk, komputer ataupun ke flashdisk. Saat toner dan tinta dalam keadaan hampir habis umumnya mesin tidak dapat berfungsi, dengan ditandai munculnya error. Toner berupa serbuk halus yang digunakan untuk mesin fotocopy atau printer berjenis laser dan menggunakan drum sedangkan tinta berupa cairan dan menggunakan head, ada mesin fotocopy yang menggunakan teknologi tinta. Tinta juga ada yang berupa gel yang lebih tahan terkena percikan air dibanding yang cairan biasa. Toner dan tinta berfungsi sebagai penghasil warna hasil cetak dari master yang akan dicopy atau diprint, toner dan tinta memberi peran penting untuk hasil maupun umur pakai atau keawetan mesin. Toner di mesin dalam keadaan mati yang lama umumnya masih dalam keadaan baik untuk digunakan sedangkan tinta sebaliknya, mesin atau printer perlu digunakan untuk menjaga tinta tidak membeku di dalam saluran dan head. Pada saat terdapat indikator di mesin low toner di panel, menandakan perlu mengganti atau mengisi toner atau tinta, apabila sudah benar-benar habis mesin akan ada indikator error dan tidak dapat dipergunakan, dalam menentukan toner atau tinta disarankan menggunakan toner dan tinta fotocopy yang asli sehingga hasil salinan dokumen berkualitas dan keawetan mesin terjaga. Pembelian mesin baru perlu menggunakan toner atau tinta original karena adanya garansi yang berlaku, sehingga tidak berisiko batal garansi, garansi yang berlaku dapat ditanyakan ke penjual apakah garansi service dan sparepart atau hanya garansi service saja. Umumnya mesin fotocopy berlaku garansi service tidak termasuk sparepart sedangkan printer berlaku semuanya. Beda merk dan type mesin fotocopy maka beda pula jenis toner dan tinta yang digunakan, perlu dipastikan sebelum diisi atau diganti, jangan sampai salah jenis karena harus dikuras dan penanganan service yang membutuhkan biaya dan waktu. Tempat penyimpanan toner dan tinta yang dibeli untuk cadangan sebelum digunakan sebisa mungkin jangan diletakkan di lantai tanpa alas, terkena cahaya matahari langsung maupun terkena hembusan ac pendingin, karena akan mengurangi kualitasnya bahkan tidak dapat digunakan karena sudah rusak.

Pemasangan cartridge atau tabung toner dan tinta

toner, cartridges, powder Letak cartridge atau tabung toner di tiap mesin fotocopy berbeda, untuk memudahkan cara pemasangan atau penggantian dapat ditanyakan saat instalasi mesin ke teknisi. Cara lainnya di bagian panel akan terdapat langkah-langkah instruksi gambar atau di bagian cover dalam mesin. Untuk refill toner apabila berupa tabung lebih mudah, dengan melepas penutup tabung, sedangkan cartridge perlu teknisi yang melakukannya. Untuk mesin berjenis tinta, umumnya berupa botol yang diisi sesuai ukuran tangki mesin.

Jenis toner dan tinta

Jenis toner yang tepat digunakan adalah toner original atau asli dengan hasil cetak terbaik dan mesin lebih awet dan bersih sehingga umur ekonomis mesin lebih lama, terutama mesin fotocopy warna yang lebih sensitif di hasil, dengan pertimbangan biaya service, dan sparepart apabila ada kerusakan menggunakan toner refill. Untuk kepastian jenis toner dan tinta, masing-masing mesin dan printer akan terdapat kode, misalnya Canon diawali dengan NPG, Fuji Film dengan CT dan Epson dengan angka. Temukan berbagai jenis toner yang dibutuhkan di website kami, kontak kami melalui whatsapp, email maupun telepon, tersedia toner dan tinta original Canon, Fuji Film dan Epson serta toner refill yang biasanya untuk mesin fotocopy rekondisi yang kebanyakan digunakan untuk usaha copy centre.  
perbedaan softcopy dan hardcopy

Ini 6 Perbedaan Softcopy dan Hardcopy

Perbedaan softcopy dan hardcopy paling mudah terlihat dari wujudnya. Secara sederhana, Anda bisa melihat wujud hardcopy dengan mata, sebaliknya softcopy tidak memiliki wujud yang bisa dilihat. Untuk dapat memahami perbedaan keduanya, Anda perlu membaca artikel ini hingga akhir. Kalau begitu tanpa berlama-lama lagi, mari kita masuk ke dalam inti pembahasan. 

Apa Saja Perbedaan Softcopy dan Hardcopy Yang Kamu Harus Tahu?

Beberapa perbedaan dari softcopy dan hardcopy bisa Anda perhatikan dalam penjelasan berikut ini.

1. Wujud

Seperti sudah disebutkan pada bagian awal di mana softcopy tidak memiliki wujud fisik, sedangkan hardcopy memilikinya. Ini karena hardcopy adalah dokumen hasil print out dari komputer. Sebaliknya softcopy tidak di print out. Soft copy biasanya tersimpan dalam perangkat elektronik yang Anda punya, seperti laptop, PC, tab, dan smartphone. Softcopy juga bisa disimpan dalam beberapa media seperti memory card, flashdisk, CD, DVD dan lain-lain. Baca Juga: 4 Cara Print di Mesin Fotocopy

2. Penyimpanan

Untuk penyimpanan, hardcopy membutuhkan ruang seperti lemari. Dalam perkantoran, biasanya semua dokumen hardcopy yang penting akan disimpan dalam map dan lemari tersendiri, agar tidak ada yang rusak atau hilang. Untuk softcopy, Anda tidak membutuhkan ruang penyimpanan layaknya hardcopy. Softcopy dapat dengan mudah disimpan baik secara online di internet atau offline pada perangkat keras yang Anda punya. 

3. Daya Tahan

Untuk daya tahan sebenarnya tergantung. Hardcopy bisa dikatakan memiliki daya tahan yang sangat rendah, karena kertas bisa rusak saat terkena air atau terbakar. Hardcopy juga bisa hilang jika Anda tidak menyimpannya dengan baik. Di sisi lain, softcopy tidak akan terpengaruh dengan air atau api.  Selama softcopy tersimpan pada perangkat keras yang aman dan tidak rusak, maka softcopy bisa bertahan lama. Namun saat perangkat keras rusak, softcopy bisa hilang dan tidak bisa kembali.  

4. Fleksibel

Fleksibel yang dimaksudkan di sini adalah perubahan dalam informasi yang ada di hardcopy dan softcopy. Untuk hardcopy, jelas saja bahwa informasi yang kurang atau salah, tidak bisa diubah. Jika ingin diubah, Anda harus mengetik ulang dari softcopy dan mencetaknya kembali. Sebaliknya, softcopy sangat fleksibel karena bisa diubah kapan saja. Ketika menemukan ada informasi yang salah secara penulisan atau konten, Anda bisa langsung mengubahnya dengan membuka file tersebut. 

5. Biaya

Hardcopy memerlukan biaya yang lebih mahal dibandingkan softcopy. Ini karena hardcopy memerlukan kertas dan tinta printer, supaya semua informasi dapat tercetak. Meskipun tidak mahal sampai mengeluarkan Rp100.000, hardcopy tetap perlu mengeluarkan uang. Pada sisi lain, softcopy bahkan tidak membutuhkan dana apapun, karena softcopy bisa Anda baca melalui perangkat elektronik.  Baca Juga: Cara Mengetahui Tinta Printer Habis dengan Mudah

6. Akses

Informasi ada dalam hardcopy umumnya bisa diakses kapan saja selama Anda membawanya. Jika hardcopy tertinggal, tentu saja Anda tidak bisa mengakses informasi di dalamnya. Berbeda dengan softcopy, di mana Anda bisa mengakses informasi yang ada di dalamnya dari mana saja dan kapan saja. Ini berlaku saat softcopy disimpan secara online Contohnya saat softcopy disimpan dalam drive, Anda bisa membuka drive tersebut dari alat elektronik apa saja dan di mana saja. Asalkan terhubung dengan internet, maka Anda bisa mengaksesnya dengan mudah. Dengan begitu sebenarnya Anda juga tidak perlu repot-repot membawa hardcopy yang terdiri dari puluhan atau ratusan lembar dokumen penting, karena softcopy bisa diakses dari genggaman Anda. Demikian enam perbedaan softcopy dan hardcopy. Keduanya tidak bisa kita bilang lebih bagus dari yang lainnya. Ada masa di mana kita butuh mencetak softcopy menjadi hardcopy untuk pengumpulan tugas atau arsip lainnya. Contohnya, akan ada masa di mana satu dokumen hardcopy tersebut perlu diperbanyak untuk dibagikan dalam meeting Memperbanyak dengan dokumen hardcopy akan lebih murah dan mudah dilakukan dengan mesin fotocopy yang memiliki perangkat ADF. Anda bisa langsung scan dokumen secara otomatis, dalam waktu yang singkat. Jika Anda mencari mesin fotocopy dengan teknologi atau perangkat ADF, silakan langsung mengunjungi laman Pusat Fotokopi. Ada banyak jenis dan tipe mesin fotocopy ADF yang bisa dipilih. Dapatkan juga promo-promo menarik, hanya di Pusat Fotokopi! Banner mesin fotocopy 2006 dadf
cara mengatasi hasil fotocopy blank putih

Jangan Panik! Begini 6 Cara Mangatasi Hasil Fotocopy Blank Putih

Saat melakukan fotokopi, pernahkah Anda mendapatkan kertas putih kosong saja? Jika ini terjadi, berarti ada hal yang salah di dalam mesin fotocopy. Ada bagian yang perlu diganti karena sudah habis seperti tinta atau rusak karena patah. Namun jangan bingung ketika hal ini terjadi, Anda hanya perlu melakukan pemeriksaan pada beberapa bagian yang akan dijelaskan di artikel ini. Tanpa perlu berlama-lama lagi, langsung saja simak cara mengatasi hasil fotocopy blank putih berikut ini. 

Bagaimana Cara Mengatasi Hasil Fotocopy Blank Putih Dengan Mudah?

Ada beberapa bagian yang perlu Anda periksa dan pastikan bahwa keadaannya baik-baik saja. Bagian-bagian tersebut seperti lampu exposure, primary charging, transfer separator corona, putaran drum, magnet developing, dan high voltage transformer (HVT). Penjelasan masing-masing adalah sebagai berikut:

1. Lampu Exposure

Pemeriksaan pertama bisa Anda lihat dari lampu exposure saat melakukan proses fotokopi. Apabila lampu mati, maka ini bisa jadi pertanda awal yang mengindikasikan bahwa mesin fotocopy perlu diperiksa. Untuk memeriksa lampu exposure, Anda perlu membuka wiper blade. Jika wiper blade tidak dibuka maka akan sulit bagi Anda memeriksa lampu exposure

2. Primary Charging

Ketika Anda melihat adanya notifikasi error pada layar mesin fotocopy, maka kemungkinan besar primary charging bermasalah. Entah kabel atau wire di dalamnya rusak atau kotor dan perlu dibersihkan.  Primary charging berada di atas bagian drum, jadi Anda bisa membuka drum terlebih dahulu supaya bisa memeriksa primary charging dengan baik. Ketika sudah dibongkar, Anda bisa mencoba membersihkan bagian tersebut dengan lap dan alkohol. Pastikan bahwa semua bagian terpasang dengan baik agar mesin fotocopy dapat bekerja dengan baik. 

3. Putaran Drum

Selagi membongkar primary charging, periksa juga putaran drum. Anda bisa mencoba memutarnya dengan obeng dan melihat apakah drum berputar dengan baik atau tersendat-sendat. Apabila Anda mendapati putaran tersendat, maka putaran drum inilah penyebab hasil fotokopi yang blank atau polos.  Baca Juga: 2 Cara Membersihkan Drum Mesin Fotocopy dengan Benar

4. Soket dan Transfer Separator Corona

Soket dan transfer separator corona berada di laci satu. Anda bisa mencoba membuka dan memeriksanya. Transfer separator corona perlu dibersihkan dengan alkohol untuk memastikan tidak ada debu atau kotoran lainnya yang menempel. Lihat juga apakah soket separator corona ini dalam keadaan baik. Ada banyak kasus di mana soket ini patah namun tidak terdeteksi. Oleh sebab itu ada baiknya Anda memeriksa bagian soketnya. 

5. Magnet Developing

Dalam bagian magnet developing, terdapat magnet roll yang bertugas memastikan toner atau tinta menempel dengan baik. Jika magnet roll terlihat mulai terkikis, toner tidak akan dapat bekerja dengan baik. Anda bisa langsung mengganti bagian ini dengan yang baru agar toner bisa kembali bekerja dan proses fotokopi bisa kembali berjalan dengan baik.  Baca Juga: Cara Membersihkan Magnet Developing di Mesin Fotocopy

6. High Voltage Transformer (HVT)

High voltage transformer merupakan suatu bagian penting untuk mengalirkan arus ke beberapa komponen di dalam mesin fotocopy. Jika HVT ini tidak bekerja dengan baik atau tidak mengalirkan arus ke bagian-bagian tersebut, maka tidak heran jika hasil fotokopi jelek atau blank Solusinya hanya satu, yaitu dengan mengganti HVT yang masih berfungsi. Untuk melihat apakah HVT yang bermasalah, Anda bisa mencoba mengganti HVT dan lakukan fotokopi. Jika hasil fotokopi bagus dengan HVT baru, bisa dipastikan HVT yang bermasalah.  Baca Juga: Cara Memperbaiki HVT Canon IR 5000 yang Mudah Demikian enam cara mengatasi hasil fotocopy blank putih. Sekarang Anda sudah bisa mencari bagian-bagian yang rusak tersebut di Pusat Fotokopi. Mesin fotocopy milik Anda dapat kembali  digunakan dengan dukungan Pusat Fotokopi.
cara mengatasi hasil scan yang terpotong

Bingung? Inilah 2 Cara Mengatasi Hasil Scan yang Terpotong

“Bagaimana cara mengatasi hasil scan yang terpotong?” Jika Anda mencari jawaban dari pertanyaan tersebut, maka artikel ini tepat untuk dibaca. Bingung mengapa hasil scan yang dilakukan terus terpotong? Padahal Anda sudah memastikan semua komponen terpasang dengan baik. Kasus ini biasanya sering terjadi karena ukuran kertas yang discan lebih besar dari ukuran kertas A4. Contohnya ketika Anda ingin mencoba scan kertas berukuran F4. Seringkali kertas F4 tidak bisa discan dengan hasil yang penuh sesuai kertas aslinya. Kalau ini terjadi pada Anda, cobalah melakukan beberapa cara di bawah ini. 

Bagaimana Cara Mengatasi Hasil Scan yang Terpotong Dengan Mudah?

Hasil scan yang terpotong bisa diakibatkan oleh beberapa hal. Contohnya, Anda menggunakan kertas yang tidak sesuai dengan tempat scan pada mesin fotocopy. Kita andaikan bahwa tempat scan pada mesin fotocopy hanya bisa melakukan scan kertas dengan ukuran kertas maksimal A3. Namun kertas yang ingin Anda scan memiliki ukuran lebih dari A3.  Tidak heran mengapa kertas yang di scan akan terpotong, bukan? Penyebab lainnya adalah karena pengaturan dari mesin fotocopy yang tidak sesuai. Saat ini banyak pengusaha fotokopi yang masih tidak tahu bagaimana cara melakukan pengaturan pada mesin untuk memberikan hasil scan yang sempurna. Oleh karena itu beberapa cara berikut ini bisa Anda coba sebagai solusi dari scan yang terpotong. 

1. Memeriksa Pengaturan ADF

ADF merupakan kepanjangan dari Automatic Document Feeder. ADF ini merupakan suatu perangkat yang ada dalam mesin fotocopy. Tugas dari perangkat ADF ialah untuk membantu proses scan kertas yang akan difotokopi secara otomatis.  Keberadaan ADF sebenarnya membantu para pengguna mesin fotocopy karena ADF bisa menarik kertas untuk discan dan fotocopy secara otomatis. Dengan begitu pengguna mesin fotocopy ini tidak perlu repot membuka dan menutup scanner setiap ada kertas yang ingin di scan. Bayangkan jika ada 100 lembar kertas yang ingin di scan dan di fotokopi, Anda pasti perlu membuka dan menutup penutup scanner 100 kali.  Meskipun memudahkan, seringkali pengaturan ADF ini tidak tepat dan menyebabkan hasil scan terpotong. Cara mengubah pengaturan ADF ini mudah saja, coba perhatikan langkah-langkahnya di bawah ini: 
  • Pilih bagian “Service Mode” dari layar mesin fotocopy. Dalam mesin fotocopy Canon, Anda bisa menekan tombol “*28*” untuk masuk ke bagian service mode. 
  • Kemudian tekan “*2” untuk masuk pada bagian “Service Mode Level 2”
  • Pilih bagian “Copier” dan pilih “Option”. 
  • Pilih bagian “Body”, dilanjutkan dengan menekannya ke arah kiri satu kali. 
  • Cari bagian yang memiliki tulisan “ORG-LGL”. Dari sini Anda perlu mengganti nilainya dengan angka “1”.
  • Tekan “OK” agar pengaturan tersimpan.
  • Terakhir, Anda hanya perlu menyalakan ulang mesin fotocopy dan coba lakukan scan untuk melihat hasilnya. 

2. Menyesuaikan Pengaturan di Mesin Fotocopy

Apabila Anda mendapati bahwa hasil scan terpotong pada bagian kiri atau kanan, maka kemungkinan besar ADF bergeser dari tempat yang seharusnya. Untuk memperbaikinya, Anda bisa langsung menuju pengaturan di layar mesin fotocopy. Masuk ke dalam bagian “Save Mode” dan pilih bagian “Copier”. Selanjutnya pilih “Feeder” dan berlanjut ke bagian “Adjust”. Pada layar akan muncul pilihan “DOCST” dan “LA-SPEED”.  Pada bagian “DOCST”, Anda perlu menaikkan nilai tersebut. Untuk nilai yang tepat, Anda bisa mencoba berbagai kombinasi nilai untuk mendapatkan hasil scan yang sempurna. Setiap kali Anda mengubah nilai DOCST dan ingin melihat hasil scannya, jangan lupa pilih “OK”. Terakhir, Anda perlu menyalakan ulang mesin fotocopy agar pengaturan yang baru dapat diimplementasikan.  Baca Juga: Bagaimana Cara Scan Menggunakan Mesin Fotocopy? Demikian cara mengatasi hasil scan yang terpotong pada mesin fotocopy. Semoga kedua cara di atas bisa membantu Anda mengatasi permasalahan hasil scan yang terpotong. Apabila ternyata hasil scan masih terpotong, cobalah melakukan pengecekan pada komponen-komponen di dalam mesin fotocopy. Cek apakah ada bagian yang patah, kotor atau rusak. Jika benar ada bagian yang perlu diganti, Anda bisa mencari sparepartnya di Pusat Fotokopi. Kunjungi Pusat Fotokopi untuk mencari sparepart yang Anda butuhkan dan pesan sekarang juga! banner sewa mesin fotocopy
kelebihan automatic document feeder

Apa Saja Kelebihan Automatic Document Feeder dalam Mesin Fotocopy?

Keberadaan Automatic Document Feeder atau ADF pada mesin fotocopy sungguh memberikan manfaat bagi para pengusaha fotokopi. ADF dalam mesin fotocopy merupakan suatu perangkat yang memberi banyak kemudahan dalam melakukan proses scanning secara otomatis. Ini hanyalah salah satu dari berbagai kelebihan yang ada dalam ADF. Jadi apa saja kelebihan Automatic Document Feeder yang lain? Simak informasinya di bawah ini sampai selesai, ya! 

Apa Saja Kelebihan Automatic Document Feeder Pada Mesin Fotocopy?

Adapun beberapa kelebihan dari teknologi ADF adalah sebagai berikut: 

1. Otomatis

Sempat disinggung sedikit mengenai kelebihan dari Automatic Document Feeder atau ADF pada awal artikel bahwa proses scanning bisa dilakukan dengan otomatis. Kata kunci yang menggambarkan teknologi ADF ini adalah “otomatis”. Ini berbeda dengan jenis teknologi scanning lain yang masih manual, contohnya scanner sheet feed, flatbed atau portable.  Baca Juga: Apa Perbedaan Scan dan Fotocopy Jika teknologi scanning lain membutuhkan Anda, sebagai pengguna, untuk memasukkan kertas satu persatu, teknologi ADF dapat melakukan scanning semua kertas dengan sendirinya. Mesin fotocopy yang sudah dilengkapi dengan perangkat ADF pada dasarnya akan memiliki tempat untuk menaruh tumpukan kertas yang ingin di-scan Jadi Anda tinggal menaruh tumpukan kertas pada tempat yang disediakan dan mesin fotocopy akan melakukannya untuk Anda. Saat perintah scanning dijalankan, maka mesin fotocopy akan langsung menjalankan proses scanning tersebut. 

2. Cepat dan Efisien

Kecepatan scanning dari teknologi ADF ini tidak perlu diragukan. Kecepatannya bisa mencapai kurang lebih 10.000 lembar per jam. Bagaimana? Sangat menghemat waktu Anda, bukan? Bagi Anda para pengusaha fotokopi, kecepatan ini tentu membuat pekerjaan semakin efisien dan pelanggan jadi puas dengan layanan yang diberikan.  Mereka tidak perlu menunggu waktu lama saat sedang terdesak untuk melakukan scanning dan fotokopi. Bagi Anda yang memiliki mesin fotocopy ADF di rumah atau di kantor, semua tugas pasti bisa selesai dalam hitungan menit. Teknologi ADF terbukti sangat cepat dan efisien dalam melakukan pekerjaannya. Baca Juga: Memahami Kecepatan Mesin Fotocopy

3. Dapat Membaca Dua Sisi Kertas Sekaligus

Kelebihan lain yang bisa Anda rasakan dari teknologi ADF ini adalah kemampuannya yang bisa memindai dua sisi kertas dalam waktu yang bersamaan. Fitur ini tentu saja akan membuat semua pekerjaan Anda selesai dengan cepat. Bayangkan jika Anda masih menggunakan scanner manual dan perlu scan 50 lembar kertas yang kedua sisinya memiliki tulisan.  Kemungkinan besar Anda akan menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk scan tumpukan kertas tersebut. ADF membuat Anda tidak perlu membuka tutup penutup scan dan memasukkan kertas satu per satu. Sepertinya membayangkan hal ini saja sudah membuat kita malas melakukan scanning, bukan? Dengan teknologi ADF, Anda bisa mengucapkan selamat tinggal pada proses scanning manual yang merepotkan. 

4. Memberikan Tanda pada Kertas yang Sudah Dipindai

Teknologi ADF juga bisa memberikan tanda pada kertas-kertas yang sudah dipindai sebelumnya. Pemberian tanda ini akan memudahkan Anda untuk mengetahui mana saja lembaran kertas yang sudah dipindai. Untuk mengurangi human error yang biasanya terjadi, fitur dalam teknologi ADF adalah solusinya.  Itulah empat kelebihan Automatic Document Feeder atau ADF. Teknologi ini sangat cocok digunakan untuk Anda para pengusaha fotokopi dan untuk pekerja kantoran. Semua kelebihan ini pasti akan membantu mengurangi beban kerja Anda yang cukup banyak dalam melakukan scanning Jika Anda mencari mesin fotocopy dengan teknologi ADF, silakan langsung mengunjungi laman Pusat Fotokopi. Terdapat berbagai jenis dan tipe mesin fotocopy dengan berbagai spesifikasi yang Anda butuhkan. Yuk pesan sekarang dan dapatkan promo-promo menarik dari Pusat Fotokopi! Banner mesin fotocopy 2006 dadf
perbedaan laminating dan press

3 Perbedaan Laminating dan Press yang Perlu Anda Tahu

Laminating dan press adalah solusi tepat untuk menyimpan dokumen penting. Namun sebenarnya apa perbedaan laminating dan press? Cara mana yang bagus digunakan untuk menyimpan dokumen? Semua pertanyaan ini bisa Anda dapatkan setelah membaca informasi di artikel ini hingga selesai. Jadi pastikan Anda membacanya sampai selesai, ya! Namun sebelum kita membahasnya, Anda pasti memiliki dokumen-dokumen berharga yang perlu dijaga keasliannya.  Meskipun sudah dimasukkan ke dalam map dan tempat tersendiri, masih ada kemungkinan bahwa dokumen tersebut rusak. Dokumen yang sudah lama kemungkinan besar akan berubah warna menjadi kuning kecokelatan, kemudian akan hancur dengan sendirinya. Tentu hal ini tidak bisa dibiarkan karena dokumen seperti ijazah masih dibutuhkan di waktu-waktu mendatang.  Oleh karena itu Anda perlu menyimpannya dengan proses laminating atau press. Untuk memudahkan Anda memutuskan metode mana yang digunakan, langsung saja simak informasi mengenai perbedaan keduanya di bawah ini. 

Apa Saja Perbedaan Laminating dan Press Dalam Percetakan?

Kedua cara menyimpan dokumen ini sebenarnya hampir sama. Keduanya sama-sama menggunakan plastik khusus untuk menyegel dokumen. Untuk memahaminya, Anda bisa melihat penjelasan berikut ini: 

1. Proses Penyegelan

Dalam proses laminating, dokumen Anda akan dilapis oleh plastik tebal yang sudah dirancang khusus untuk proses laminasi ini. Dokumen akan dipastikan tertutup rapat di dalam plastik yang direkat melalui mesin laminating. Plastik dan dokumen akan menempel dengan baik karena dipanaskan pada mesin dalam suhu kurang lebih 100 derajat.  Mesin laminating memiliki dua roller yang bertugas menjepit plastik dan dokumen, serta menggerakkan dokumen yang dilaminasi keluar dari ujung yang satu ke ujung yang lain. Setelah semua bagian dokumen melewati mesin laminating, maka proses laminasi selesai. Dokumen Anda sudah disegel dan akan terbebas dari air atau kotoran yang dapat merusaknya.  Baca Juga: Sangat Mudah! Inilah Cara Menggunakan Mesin Laminating Dengan Benar dan Aman Untuk proses press, dokumen tetap akan dilapis dengan plastik khusus yang sama. Hanya saja dokumen tidak akan melewati mesin laminating yang merekatkan plastik dan dokumen bersama. Bagian yang akan disegel hanyalah tepi setiap sisi plastik. Dengan begitu dokumen tidak akan menempel dengan plastik. 

2. Daya Tahan

Untuk daya tahan, kedua proses penyegelan dokumen sebenarnya sama. Keduanya sama-sama menahan semua udara, kotoran atau bahkan air dari luar supaya tidak masuk ke dalam dokumen. Apabila proses laminating dan press dilakukan dengan baik, maka dokumen yang ada di dalamnya dapat terjaga dalam waktu yang lama. 

3. Fleksibilitas

Fleksibilitas yang dimaksud di sini adalah fleksibilitas terhadap akses pada dokumen yang sudah disegel. Dokumen yang sudah menyatu dengan plastik melalui proses laminating, akan sangat sulit untuk dipisahkan. Dokumen yang sudah dilaminating ada baiknya tidak pernah dipisahkan, karena bisa membuat dokumen Anda rusak.  Baca Juga: Pelajari Cara Melepas Laminating dari Dokumen Anda Sebaliknya dalam proses press, Anda masih bisa mengakses dokumen dengan mudah. Ini karena segel yang hanya ada di setiap tepi plastik, sehingga memisahkan dokumen dari plastik sangat mudah dilakukan. Anda bisa menggunting bagian pinggir yang di-press dan mengambil dokumen dengan aman tanpa merusaknya.  Dari informasi perbedaan laminating dan press di atas, mana menurut Anda yang paling baik untuk digunakan? Meskipun berbeda, keduanya sama-sama bisa menyimpan dokumen dengan baik, dalam waktu yang lebih lama. Kedua cara ini juga bisa Anda sediakan sebagai layanan tambahan dalam usaha fotokopi. Ingin membeli alat-alatnya? Anda bisa mencarinya di laman Pusat Fotokopi. Tersedia paket usaha fotokopi yang lengkap dengan mesin laminating. Pesan sekarang juga dan dapatkan promo menarik hanya di Pusat Fotokopi. paket usaha fotocopy dengan berbagai perlengkapan
cara membuat jilid spiral sendiri

Cara Membuat Jilid Spiral Sendiri untuk Usaha Anda

Jilid spiral atau spiral binding masih sering menjadi pilihan untuk tahap akhir pembuatan buku, laporan, atau karya tulis. Tidak hanya buku, praktik jilid spiral juga bisa diaplikasikan kala Anda ingin membuat katalog dan scrapbook. Kabar bagusnya, Pusat Fotokopi memiliki tips dan cara membuat jilid spiral sendiri yang bisa diterapkan. Jika Anda memiliki usaha fotokopi, spiral binding dapat mendatangkan omset yang lebih besar. Tips menjilid spiral ini wajib diterapkan oleh pemilik usaha fotokopi agar dapat memberikan variasi untuk pelanggan. Menguntungkan sekali, bukan? Mari pelajari tips lengkapnya di artikel ini.

Bagaimana Cara Membuat Jilid Spiral Sendiri secara Mudah?

Salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan jilid spiral adalah margin-nya. Margin atau jarak antara sisi buku dan tulisan harus lebih lebar. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak ada tulisan yang terkena lubang atau kawatnya. Jilid spiral memiliki lebih banyak keuntungan dibandingkan jenis jilid lainnya, seperti jilid kawat atau lem panas. Revisi, penambahan, atau pengurangan halaman pada dokumen jadi lebih mudah. Alasannya, jilid spiral mudah dibongkar dan disambung kembali agar terlihat seperti semula. Ada dua langkah yang bisa Anda pilih untuk spiral binding, yakni metode manual atau menggunakan mesin. Untuk jenis spiralnya, pilihannya bisa berupa kawat atau plastik. Ukuran spiral pun bermacam-macam, mulai dari 6,4 mm untuk ketebalan halaman 4,8 mm hingga 31,8 untuk ketebalan halaman 28,6 mm. Baca Juga: Beginilah 2 Cara Jilid Buku Tebal Selama di Rumah Aja Bagaimana cara membuat spiral binding hingga berhasil? Baca tipsnya di bawah ini.

1. Menggunakan Mesin

Pastikan setiap halaman dokumen yang akan dijilid sudah lengkap dan disusun sesuai urutannya. Kemudian, siapkan alat jilid spiral yang berfungsi ganda sebagai alat pembolong kertas dan pencapit spiral. Lakukan langkah-langkah di bawah ini:
  1. Masukkan dokumen yang akan dijilid ke mesin jilid spiral untuk dilubangi bagian sisinya. Idealnya, satu mesin bisa melubangi 15 lembar. Jika total halaman dokumennya lebih dari 15,  lubangi halamannya setiap 15 lembar agar mesin tidak terlalu berat saat bekerja.
  2. Siapkan ring spiral sesuai panjang kertas dan ketebalan dokumennya. Jangan terlalu pas, gunakan spiral yang sedikit lebih lebar supaya lebih mudah dibuka dan tidak terlepas.
  3. Letakkan spiral di tempat pembuka ring binder pada mesin tersebut. Posisi spiralnya diletakkan di bagian atas mesin jilid spiral. Buka selebar mungkin agar kertasnya bisa masuk.
  4. Letakkan dokumen di bagian atas mesinnya. Posisi dokumen harus vertikal dan cover-nya menghadap depan. Posisi ini membuat bagian spiral yang terbuka berada di belakang dokumennya.
  5. Tarik gagang alat jilid spiral ke depan hingga bukaan spiralnya berkurang. Lakukan secara perlahan hingga seluruh bagian spiralnya masuk pada lubangnya.
  6. Proses jilid spiral sudah selesai. Anda bisa mengencangkan spiralnya dengan cara menekannya. Pastikan ring spiralnya tidak lagi terbuka supaya tidak ada halaman yang lepas.

2. Tidak Menggunakan Mesin

Jika tidak memiliki mesin spiral binding, gunakan cara manual, yakni memasukkan kawat atau plastik spiral ke lubangnya satu per satu. Cara ini lebih mudah kalau dokumennya dicetak di atas kertas yang sudah berlubang di sisinya. Kalau dokumennya belum dilubangi, Anda bisa menggunakan alat pembolong kertas. Caranya cukup mudah. Masukkan spiral yang disiapkan ke bagian dokumen yang sudah dilubangi. Masukkan satu per satu mulai dari bagian bawah hingga atas dokumennya. Kencangkan spiralnya menggunakan palu atau alat penjepit yang tersedia. Meski cara membuat jilid spiral sendiri tidak sulit, Anda membutuhkan ketelatenan agar halaman dokumennya tidak berpencar. Anda bisa menyewa mesin fotokopi di Pusat Fotokopi untuk mencetak halaman dokumen yang banyak sebelum dijilid. Anda tidak perlu merogoh kocek yang lebih dalam untuk membeli mesin fotokopi, cukup sewa dengan harga terjangkau. Hubungi Pusat Fotokopi untuk informasi lebih lanjut mengenai penyewaan mesin fotokopi ini.
apa itu bookpaper

Apa itu Bookpaper dan Perbedaannya dengan Jenis Kertas yang Lain?

Apa itu Bookpaper? Apa yang membuatnya banyak digunakan untuk mencetak buku yamg tebal? Apa perbedaannya dengan jenis kertas yang lain? Book paper adalah salah satu dari berbagai macam jenis kertas yang berada di pasaran. Kita tahu bahwa kertas tersedia dalam berbagai macam jenis. Saat kita pergi ke tempat percetakan besar, kita bisa memilih berbagai macam jenis kertas yang ingin digunakan.  Ada kertas HVS (yang sudah umum kita gunakan), Art Paper, Linen, Ivory, Fancy dan masih banyak lagi. Setiap kertas memiliki karakteristik yang berbeda-beda, oleh karena itu penggunaannya juga berbeda-beda. Apabila Anda ingin mencetak buku seperti novel atau buku tebal lainnya, Anda dianjurkan untuk menggunakan kertas book paper. Mengapa? Untuk mencari tahu jawabannya, Anda perlu membaca artikel ini hingga selesai. Kalau begitu langsung saja simak penjelasannya di bawah ini. 

Apa itu Bookpaper?

Book paper adalah salah satu jenis kertas yang biasanya digunakan dalam mencetak buku tebal seperti novel. Mengapa? Apakah ada standar penulisan buku novel yang mengharuskan menggunakan kertas book paper? Sebenarnya tidak. Penggunaan kertas book paper untuk buku-buku tebal ditujukan agar buku yang sudah jadi tidak memiliki beban kertas yang sangat berat.  Baca Juga: 5 Cara Fotocopy Buku Tebal Secara Cepat Ini karena kertas book paper memiliki karakteristik yang ringan, sehingga saat akan dibawa bepergian, Anda tidak harus menanggung beban buku yang berat. Berat dari book paper hanya tersedia dalam jangkauan 55 gsm hingga 70 gsm. Sungguh sangat berbeda dengan kertas lain yang memiliki jangkauan berat dari 60 gsm hingga 100 gsm, bahkan ada yang mencapai 400 gsm.  Jenis kertas ini tidak akan Anda temukan pada warung photocopy di pinggir jalan. Apabila ingin menggunakannya, Anda perlu pergi ke tempat percetakan besar yang biasanya melayani percetakan buku. Selain ringan, kertas ini memiliki warna yang unik. Book paper memiliki warna kertas off white atau agak kekuningan. Warna kertas seperti ini disebut sangat baik untuk mata manusia, sehingga saat membaca tulisan dengan kertas ini, mata kita tidak akan kelelahan atau sakit. 

Apa Saja Kertas Yang Sering Dibandingkan Dengan Bookpaper? 

Untuk memudahkan Anda mengenal perbedaan book paper dari jenis kertas lainnya berikut ini adalah penjelasan karakteristik dari beberapa jenis kertas lainnya. 

1. Art Paper

Jenis art paper memiliki permukaan kertas yang halus, bahkan cenderung licin. Dengan permukaannya yang licin, kertas ini lebih sering digunakan untuk mencetak flyer, brosur, poster dan katalog. Penggunaan art paper untuk mencetak buku tebal kurang dianjurkan, karena tinta yang tercetak pada kertas ini lebih mudah luntur. Selain itu berat yang dimiliki art paper juga cukup tebal, yaitu 85 gsm, 100 gsm dan 150 gsm. 

2. Matte Paper

Hampir serupa dengan art paper, matte paper memiliki permukaan yang licin dan berat kertas yang sama. Namun yang membedakannya adalah warna dari kertas matte paper yang agak gelap dan tidak mengkilap seperti art paper. Kertas jenis ini biasanya digunakan untuk mencetak bagian isi pada majalah atau tabloid. 

3. Art Carton

Jenis kertas yang satu ini memiliki berat dan ketebalan yang berada di atas kertas lainnya, yakni dari 190 gsm hingga 400 gsm. Permukaan art carton halus dan licin. Meskipun memiliki permukaan yang sama dengan art paper dan matte paper, kertas ini tidak cocok digunakan untuk mencetak tabloid, majalah, katalog, dan lain-lain. Penggunaan kertas ini sangat pas apabila digunakan untuk cover sebuah buku. 

4. Linen Jepang

Kertas linen memiliki permukaan kertas yang cukup unik dan menarik. Jika kita lihat dengan saksama, permukaannya akan terlihat seperti bentuk hashtag atau tanda pagar (#). Penggunaan kertas ini sering digunakan untuk mencetak sertifikat, kartu nama, kartu ucapan dan undangan. 

5. HVS

Kertas HVS pasti sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Kertas ini biasa digunakan untuk mencetak surat, tugas, salinan (photocopy) dan buku. Kertas ini memiliki berat dari 60 gsm hingga 100 gsm, namun yang paling sering digunakan adalah kertas dengan berat 70 gsm. Kertas HVS lebih mudah ditemukan di berbagai tempat, dari warung photocopy, tempat percetakan besar, hingga toko-toko buku.  Bagaimana? Apakah Anda sudah memahami jenis kertas book paper? Dengan sedikit penjelasan karakteristik beberapa jenis kertas, Anda jadi bisa memahami alasan mengapa book paper adalah jenis kertas yang dianjurkan dalam pembuatan buku. Apabila Anda tertarik mencetak buku Anda sendiri, mesin photocopy dari Pusat Fotokopi adalah pilihan yang tepat. Meskipun nama mesinnya fotokopi, saat ini fitur cetak berwarna dan scan sudah tersedia di dalamnya.  Sangat efisien, bukan? Temukan mesin photocopy dengan semua fitur yang Anda inginkan di Pusat Fotokopi. Terdapat berbagai promo menarik yang tentu saja menguntungkan untuk Anda, jadi kunjungi website Pusat Fotokopi sekarang juga, ya! Semoga penjelasan di atas mengenai apa itu bookpaper, serta karakteristiknya membuat Anda semakin paham mengenai jenis kertas yang akan dipilih.
WhatsApp chat