Popular Categories

From Our Blog

Canon NPG 84

Penggunaan Toner Dan Tinta Mesin Fotocopy

Toner dan tinta mesin fotocopy

Mesin fotocopy dan printer sebagai alat cetak membutuhkan toner dan tinta sebagai bahan baku untuk membuat hasil, penentuan atau pemilihan toner dan tinta sangat berperan dalam kualitas hasil dan keawetan mesin fotocopy dan printer tersebut. Di samping sebagai alat cetak mesin fotocopy dan printer pada type-type tertentu sudah berfungsi juga sebagai alat pemindai atau scan yang dapat disimpan ke mesin yang sudah mempunyai hardisk, komputer ataupun ke flashdisk. Saat toner dan tinta dalam keadaan hampir habis umumnya mesin tidak dapat berfungsi, dengan ditandai munculnya error.

Toner berupa serbuk halus yang digunakan untuk mesin fotocopy atau printer berjenis laser dan menggunakan drum sedangkan tinta berupa cairan dan menggunakan head, ada mesin fotocopy yang menggunakan teknologi tinta. Tinta juga ada yang berupa gel yang lebih tahan terkena percikan air dibanding yang cairan biasa.

Toner dan tinta berfungsi sebagai penghasil warna hasil cetak dari master yang akan dicopy atau diprint, toner dan tinta memberi peran penting untuk hasil maupun umur pakai atau keawetan mesin. Toner di mesin dalam keadaan mati yang lama umumnya masih dalam keadaan baik untuk digunakan sedangkan tinta sebaliknya, mesin atau printer perlu digunakan untuk menjaga tinta tidak membeku di dalam saluran dan head.

Pada saat terdapat indikator di mesin low toner di panel, menandakan perlu mengganti atau mengisi toner atau tinta, apabila sudah benar-benar habis mesin akan ada indikator error dan tidak dapat dipergunakan, dalam menentukan toner atau tinta disarankan menggunakan toner dan tinta fotocopy yang asli sehingga hasil salinan dokumen berkualitas dan keawetan mesin terjaga.

Pembelian mesin baru perlu menggunakan toner atau tinta original karena adanya garansi yang berlaku, sehingga tidak berisiko batal garansi, garansi yang berlaku dapat ditanyakan ke penjual apakah garansi service dan sparepart atau hanya garansi service saja. Umumnya mesin fotocopy berlaku garansi service tidak termasuk sparepart sedangkan printer berlaku semuanya.

Beda merk dan type mesin fotocopy maka beda pula jenis toner dan tinta yang digunakan, perlu dipastikan sebelum diisi atau diganti, jangan sampai salah jenis karena harus dikuras dan penanganan service yang membutuhkan biaya dan waktu.

Tempat penyimpanan toner dan tinta yang dibeli untuk cadangan sebelum digunakan sebisa mungkin jangan diletakkan di lantai tanpa alas, terkena cahaya matahari langsung maupun terkena hembusan ac pendingin, karena akan mengurangi kualitasnya bahkan tidak dapat digunakan karena sudah rusak.

Pemasangan cartridge atau tabung toner dan tinta

toner, cartridges, powder

Letak cartridge atau tabung toner di tiap mesin fotocopy berbeda, untuk memudahkan cara pemasangan atau penggantian dapat ditanyakan saat instalasi mesin ke teknisi.

Cara lainnya di bagian panel akan terdapat langkah-langkah instruksi gambar atau di bagian cover dalam mesin.

Untuk refill toner apabila berupa tabung lebih mudah, dengan melepas penutup tabung, sedangkan cartridge perlu teknisi yang melakukannya.

Untuk mesin berjenis tinta, umumnya berupa botol yang diisi sesuai ukuran tangki mesin.

Jenis toner dan tinta

Jenis toner yang tepat digunakan adalah toner original atau asli dengan hasil cetak terbaik dan mesin lebih awet dan bersih sehingga umur ekonomis mesin lebih lama, terutama mesin fotocopy warna yang lebih sensitif di hasil, dengan pertimbangan biaya service, dan sparepart apabila ada kerusakan menggunakan toner refill.

Untuk kepastian jenis toner dan tinta, masing-masing mesin dan printer akan terdapat kode, misalnya Canon diawali dengan NPG, Fuji Film dengan CT dan Epson dengan angka.

Temukan berbagai jenis toner yang dibutuhkan di website kami, kontak kami melalui whatsapp, email maupun telepon, tersedia toner dan tinta original Canon, Fuji Film dan Epson serta toner refill yang biasanya untuk mesin fotocopy rekondisi yang kebanyakan digunakan untuk usaha copy centre.

 

perbedaan softcopy dan hardcopy

Ini 6 Perbedaan Softcopy dan Hardcopy

Perbedaan softcopy dan hardcopy paling mudah terlihat dari wujudnya. Secara sederhana, Anda bisa melihat wujud hardcopy dengan mata, sebaliknya softcopy tidak memiliki wujud yang bisa dilihat. Untuk dapat memahami perbedaan keduanya, Anda perlu membaca artikel ini hingga akhir. Kalau begitu tanpa berlama-lama lagi, mari kita masuk ke dalam inti pembahasan. 

Apa Saja Perbedaan Softcopy dan Hardcopy Yang Kamu Harus Tahu?

Beberapa perbedaan dari softcopy dan hardcopy bisa Anda perhatikan dalam penjelasan berikut ini.

1. Wujud

Seperti sudah disebutkan pada bagian awal di mana softcopy tidak memiliki wujud fisik, sedangkan hardcopy memilikinya. Ini karena hardcopy adalah dokumen hasil print out dari komputer. Sebaliknya softcopy tidak di print out. Soft copy biasanya tersimpan dalam perangkat elektronik yang Anda punya, seperti laptop, PC, tab, dan smartphone. Softcopy juga bisa disimpan dalam beberapa media seperti memory card, flashdisk, CD, DVD dan lain-lain.

Baca Juga: 4 Cara Print di Mesin Fotocopy

2. Penyimpanan

Untuk penyimpanan, hardcopy membutuhkan ruang seperti lemari. Dalam perkantoran, biasanya semua dokumen hardcopy yang penting akan disimpan dalam map dan lemari tersendiri, agar tidak ada yang rusak atau hilang. Untuk softcopy, Anda tidak membutuhkan ruang penyimpanan layaknya hardcopy. Softcopy dapat dengan mudah disimpan baik secara online di internet atau offline pada perangkat keras yang Anda punya. 

3. Daya Tahan

Untuk daya tahan sebenarnya tergantung. Hardcopy bisa dikatakan memiliki daya tahan yang sangat rendah, karena kertas bisa rusak saat terkena air atau terbakar. Hardcopy juga bisa hilang jika Anda tidak menyimpannya dengan baik. Di sisi lain, softcopy tidak akan terpengaruh dengan air atau api. 

Selama softcopy tersimpan pada perangkat keras yang aman dan tidak rusak, maka softcopy bisa bertahan lama. Namun saat perangkat keras rusak, softcopy bisa hilang dan tidak bisa kembali.  

4. Fleksibel

Fleksibel yang dimaksudkan di sini adalah perubahan dalam informasi yang ada di hardcopy dan softcopy. Untuk hardcopy, jelas saja bahwa informasi yang kurang atau salah, tidak bisa diubah. Jika ingin diubah, Anda harus mengetik ulang dari softcopy dan mencetaknya kembali. Sebaliknya, softcopy sangat fleksibel karena bisa diubah kapan saja. Ketika menemukan ada informasi yang salah secara penulisan atau konten, Anda bisa langsung mengubahnya dengan membuka file tersebut. 

5. Biaya

Hardcopy memerlukan biaya yang lebih mahal dibandingkan softcopy. Ini karena hardcopy memerlukan kertas dan tinta printer, supaya semua informasi dapat tercetak. Meskipun tidak mahal sampai mengeluarkan Rp100.000, hardcopy tetap perlu mengeluarkan uang. Pada sisi lain, softcopy bahkan tidak membutuhkan dana apapun, karena softcopy bisa Anda baca melalui perangkat elektronik. 

Baca Juga: Cara Mengetahui Tinta Printer Habis dengan Mudah

6. Akses

Informasi ada dalam hardcopy umumnya bisa diakses kapan saja selama Anda membawanya. Jika hardcopy tertinggal, tentu saja Anda tidak bisa mengakses informasi di dalamnya. Berbeda dengan softcopy, di mana Anda bisa mengakses informasi yang ada di dalamnya dari mana saja dan kapan saja. Ini berlaku saat softcopy disimpan secara online

Contohnya saat softcopy disimpan dalam drive, Anda bisa membuka drive tersebut dari alat elektronik apa saja dan di mana saja. Asalkan terhubung dengan internet, maka Anda bisa mengaksesnya dengan mudah. Dengan begitu sebenarnya Anda juga tidak perlu repot-repot membawa hardcopy yang terdiri dari puluhan atau ratusan lembar dokumen penting, karena softcopy bisa diakses dari genggaman Anda.

Demikian enam perbedaan softcopy dan hardcopy. Keduanya tidak bisa kita bilang lebih bagus dari yang lainnya. Ada masa di mana kita butuh mencetak softcopy menjadi hardcopy untuk pengumpulan tugas atau arsip lainnya. Contohnya, akan ada masa di mana satu dokumen hardcopy tersebut perlu diperbanyak untuk dibagikan dalam meeting

Memperbanyak dengan dokumen hardcopy akan lebih murah dan mudah dilakukan dengan mesin fotocopy yang memiliki perangkat ADF. Anda bisa langsung scan dokumen secara otomatis, dalam waktu yang singkat. Jika Anda mencari mesin fotocopy dengan teknologi atau perangkat ADF, silakan langsung mengunjungi laman Pusat Fotokopi. Ada banyak jenis dan tipe mesin fotocopy ADF yang bisa dipilih. Dapatkan juga promo-promo menarik, hanya di Pusat Fotokopi!

Banner mesin fotocopy 2006 dadf

cara mengatasi hasil fotocopy blank putih

Jangan Panik! Begini 6 Cara Mangatasi Hasil Fotocopy Blank Putih

Saat melakukan fotokopi, pernahkah Anda mendapatkan kertas putih kosong saja? Jika ini terjadi, berarti ada hal yang salah di dalam mesin fotocopy. Ada bagian yang perlu diganti karena sudah habis seperti tinta atau rusak karena patah. Namun jangan bingung ketika hal ini terjadi, Anda hanya perlu melakukan pemeriksaan pada beberapa bagian yang akan dijelaskan di artikel ini. Tanpa perlu berlama-lama lagi, langsung saja simak cara mengatasi hasil fotocopy blank putih berikut ini. 

Bagaimana Cara Mengatasi Hasil Fotocopy Blank Putih Dengan Mudah?

Ada beberapa bagian yang perlu Anda periksa dan pastikan bahwa keadaannya baik-baik saja. Bagian-bagian tersebut seperti lampu exposure, primary charging, transfer separator corona, putaran drum, magnet developing, dan high voltage transformer (HVT). Penjelasan masing-masing adalah sebagai berikut:

1. Lampu Exposure

Pemeriksaan pertama bisa Anda lihat dari lampu exposure saat melakukan proses fotokopi. Apabila lampu mati, maka ini bisa jadi pertanda awal yang mengindikasikan bahwa mesin fotocopy perlu diperiksa. Untuk memeriksa lampu exposure, Anda perlu membuka wiper blade. Jika wiper blade tidak dibuka maka akan sulit bagi Anda memeriksa lampu exposure

2. Primary Charging

Ketika Anda melihat adanya notifikasi error pada layar mesin fotocopy, maka kemungkinan besar primary charging bermasalah. Entah kabel atau wire di dalamnya rusak atau kotor dan perlu dibersihkan. 

Primary charging berada di atas bagian drum, jadi Anda bisa membuka drum terlebih dahulu supaya bisa memeriksa primary charging dengan baik. Ketika sudah dibongkar, Anda bisa mencoba membersihkan bagian tersebut dengan lap dan alkohol. Pastikan bahwa semua bagian terpasang dengan baik agar mesin fotocopy dapat bekerja dengan baik. 

3. Putaran Drum

Selagi membongkar primary charging, periksa juga putaran drum. Anda bisa mencoba memutarnya dengan obeng dan melihat apakah drum berputar dengan baik atau tersendat-sendat. Apabila Anda mendapati putaran tersendat, maka putaran drum inilah penyebab hasil fotokopi yang blank atau polos. 

Baca Juga: 2 Cara Membersihkan Drum Mesin Fotocopy dengan Benar

4. Soket dan Transfer Separator Corona

Soket dan transfer separator corona berada di laci satu. Anda bisa mencoba membuka dan memeriksanya. Transfer separator corona perlu dibersihkan dengan alkohol untuk memastikan tidak ada debu atau kotoran lainnya yang menempel. Lihat juga apakah soket separator corona ini dalam keadaan baik. Ada banyak kasus di mana soket ini patah namun tidak terdeteksi. Oleh sebab itu ada baiknya Anda memeriksa bagian soketnya. 

5. Magnet Developing

Dalam bagian magnet developing, terdapat magnet roll yang bertugas memastikan toner atau tinta menempel dengan baik. Jika magnet roll terlihat mulai terkikis, toner tidak akan dapat bekerja dengan baik. Anda bisa langsung mengganti bagian ini dengan yang baru agar toner bisa kembali bekerja dan proses fotokopi bisa kembali berjalan dengan baik. 

Baca Juga: Cara Membersihkan Magnet Developing di Mesin Fotocopy

6. High Voltage Transformer (HVT)

High voltage transformer merupakan suatu bagian penting untuk mengalirkan arus ke beberapa komponen di dalam mesin fotocopy. Jika HVT ini tidak bekerja dengan baik atau tidak mengalirkan arus ke bagian-bagian tersebut, maka tidak heran jika hasil fotokopi jelek atau blank

Solusinya hanya satu, yaitu dengan mengganti HVT yang masih berfungsi. Untuk melihat apakah HVT yang bermasalah, Anda bisa mencoba mengganti HVT dan lakukan fotokopi. Jika hasil fotokopi bagus dengan HVT baru, bisa dipastikan HVT yang bermasalah. 

Baca Juga: Cara Memperbaiki HVT Canon IR 5000 yang Mudah

Demikian enam cara mengatasi hasil fotocopy blank putih. Sekarang Anda sudah bisa mencari bagian-bagian yang rusak tersebut di Pusat Fotokopi. Mesin fotocopy milik Anda dapat kembali  digunakan dengan dukungan Pusat Fotokopi.

WhatsApp chat