Popular Categories

From Our Blog

perbedaan softcopy dan hardcopy

Ini 6 Perbedaan Softcopy dan Hardcopy

Perbedaan softcopy dan hardcopy paling mudah terlihat dari wujudnya. Secara sederhana, Anda bisa melihat wujud hardcopy dengan mata, sebaliknya softcopy tidak memiliki wujud yang bisa dilihat. Untuk dapat memahami perbedaan keduanya, Anda perlu membaca artikel ini hingga akhir. Kalau begitu tanpa berlama-lama lagi, mari kita masuk ke dalam inti pembahasan. 

Apa Saja Perbedaan Softcopy dan Hardcopy Yang Kamu Harus Tahu?

Beberapa perbedaan dari softcopy dan hardcopy bisa Anda perhatikan dalam penjelasan berikut ini.

1. Wujud

Seperti sudah disebutkan pada bagian awal di mana softcopy tidak memiliki wujud fisik, sedangkan hardcopy memilikinya. Ini karena hardcopy adalah dokumen hasil print out dari komputer. Sebaliknya softcopy tidak di print out. Soft copy biasanya tersimpan dalam perangkat elektronik yang Anda punya, seperti laptop, PC, tab, dan smartphone. Softcopy juga bisa disimpan dalam beberapa media seperti memory card, flashdisk, CD, DVD dan lain-lain.

Baca Juga: 4 Cara Print di Mesin Fotocopy

2. Penyimpanan

Untuk penyimpanan, hardcopy membutuhkan ruang seperti lemari. Dalam perkantoran, biasanya semua dokumen hardcopy yang penting akan disimpan dalam map dan lemari tersendiri, agar tidak ada yang rusak atau hilang. Untuk softcopy, Anda tidak membutuhkan ruang penyimpanan layaknya hardcopy. Softcopy dapat dengan mudah disimpan baik secara online di internet atau offline pada perangkat keras yang Anda punya. 

3. Daya Tahan

Untuk daya tahan sebenarnya tergantung. Hardcopy bisa dikatakan memiliki daya tahan yang sangat rendah, karena kertas bisa rusak saat terkena air atau terbakar. Hardcopy juga bisa hilang jika Anda tidak menyimpannya dengan baik. Di sisi lain, softcopy tidak akan terpengaruh dengan air atau api. 

Selama softcopy tersimpan pada perangkat keras yang aman dan tidak rusak, maka softcopy bisa bertahan lama. Namun saat perangkat keras rusak, softcopy bisa hilang dan tidak bisa kembali.  

4. Fleksibel

Fleksibel yang dimaksudkan di sini adalah perubahan dalam informasi yang ada di hardcopy dan softcopy. Untuk hardcopy, jelas saja bahwa informasi yang kurang atau salah, tidak bisa diubah. Jika ingin diubah, Anda harus mengetik ulang dari softcopy dan mencetaknya kembali. Sebaliknya, softcopy sangat fleksibel karena bisa diubah kapan saja. Ketika menemukan ada informasi yang salah secara penulisan atau konten, Anda bisa langsung mengubahnya dengan membuka file tersebut. 

5. Biaya

Hardcopy memerlukan biaya yang lebih mahal dibandingkan softcopy. Ini karena hardcopy memerlukan kertas dan tinta printer, supaya semua informasi dapat tercetak. Meskipun tidak mahal sampai mengeluarkan Rp100.000, hardcopy tetap perlu mengeluarkan uang. Pada sisi lain, softcopy bahkan tidak membutuhkan dana apapun, karena softcopy bisa Anda baca melalui perangkat elektronik. 

Baca Juga: Cara Mengetahui Tinta Printer Habis dengan Mudah

6. Akses

Informasi ada dalam hardcopy umumnya bisa diakses kapan saja selama Anda membawanya. Jika hardcopy tertinggal, tentu saja Anda tidak bisa mengakses informasi di dalamnya. Berbeda dengan softcopy, di mana Anda bisa mengakses informasi yang ada di dalamnya dari mana saja dan kapan saja. Ini berlaku saat softcopy disimpan secara online

Contohnya saat softcopy disimpan dalam drive, Anda bisa membuka drive tersebut dari alat elektronik apa saja dan di mana saja. Asalkan terhubung dengan internet, maka Anda bisa mengaksesnya dengan mudah. Dengan begitu sebenarnya Anda juga tidak perlu repot-repot membawa hardcopy yang terdiri dari puluhan atau ratusan lembar dokumen penting, karena softcopy bisa diakses dari genggaman Anda.

Demikian enam perbedaan softcopy dan hardcopy. Keduanya tidak bisa kita bilang lebih bagus dari yang lainnya. Ada masa di mana kita butuh mencetak softcopy menjadi hardcopy untuk pengumpulan tugas atau arsip lainnya. Contohnya, akan ada masa di mana satu dokumen hardcopy tersebut perlu diperbanyak untuk dibagikan dalam meeting

Memperbanyak dengan dokumen hardcopy akan lebih murah dan mudah dilakukan dengan mesin fotocopy yang memiliki perangkat ADF. Anda bisa langsung scan dokumen secara otomatis, dalam waktu yang singkat. Jika Anda mencari mesin fotocopy dengan teknologi atau perangkat ADF, silakan langsung mengunjungi laman Pusat Fotokopi. Ada banyak jenis dan tipe mesin fotocopy ADF yang bisa dipilih. Dapatkan juga promo-promo menarik, hanya di Pusat Fotokopi!

Banner mesin fotocopy 2006 dadf

cara mengatasi hasil fotocopy blank putih

Jangan Panik! Begini 6 Cara Mangatasi Hasil Fotocopy Blank Putih

Saat melakukan fotokopi, pernahkah Anda mendapatkan kertas putih kosong saja? Jika ini terjadi, berarti ada hal yang salah di dalam mesin fotocopy. Ada bagian yang perlu diganti karena sudah habis seperti tinta atau rusak karena patah. Namun jangan bingung ketika hal ini terjadi, Anda hanya perlu melakukan pemeriksaan pada beberapa bagian yang akan dijelaskan di artikel ini. Tanpa perlu berlama-lama lagi, langsung saja simak cara mengatasi hasil fotocopy blank putih berikut ini. 

Bagaimana Cara Mengatasi Hasil Fotocopy Blank Putih Dengan Mudah?

Ada beberapa bagian yang perlu Anda periksa dan pastikan bahwa keadaannya baik-baik saja. Bagian-bagian tersebut seperti lampu exposure, primary charging, transfer separator corona, putaran drum, magnet developing, dan high voltage transformer (HVT). Penjelasan masing-masing adalah sebagai berikut:

1. Lampu Exposure

Pemeriksaan pertama bisa Anda lihat dari lampu exposure saat melakukan proses fotokopi. Apabila lampu mati, maka ini bisa jadi pertanda awal yang mengindikasikan bahwa mesin fotocopy perlu diperiksa. Untuk memeriksa lampu exposure, Anda perlu membuka wiper blade. Jika wiper blade tidak dibuka maka akan sulit bagi Anda memeriksa lampu exposure

2. Primary Charging

Ketika Anda melihat adanya notifikasi error pada layar mesin fotocopy, maka kemungkinan besar primary charging bermasalah. Entah kabel atau wire di dalamnya rusak atau kotor dan perlu dibersihkan. 

Primary charging berada di atas bagian drum, jadi Anda bisa membuka drum terlebih dahulu supaya bisa memeriksa primary charging dengan baik. Ketika sudah dibongkar, Anda bisa mencoba membersihkan bagian tersebut dengan lap dan alkohol. Pastikan bahwa semua bagian terpasang dengan baik agar mesin fotocopy dapat bekerja dengan baik. 

3. Putaran Drum

Selagi membongkar primary charging, periksa juga putaran drum. Anda bisa mencoba memutarnya dengan obeng dan melihat apakah drum berputar dengan baik atau tersendat-sendat. Apabila Anda mendapati putaran tersendat, maka putaran drum inilah penyebab hasil fotokopi yang blank atau polos. 

Baca Juga: 2 Cara Membersihkan Drum Mesin Fotocopy dengan Benar

4. Soket dan Transfer Separator Corona

Soket dan transfer separator corona berada di laci satu. Anda bisa mencoba membuka dan memeriksanya. Transfer separator corona perlu dibersihkan dengan alkohol untuk memastikan tidak ada debu atau kotoran lainnya yang menempel. Lihat juga apakah soket separator corona ini dalam keadaan baik. Ada banyak kasus di mana soket ini patah namun tidak terdeteksi. Oleh sebab itu ada baiknya Anda memeriksa bagian soketnya. 

5. Magnet Developing

Dalam bagian magnet developing, terdapat magnet roll yang bertugas memastikan toner atau tinta menempel dengan baik. Jika magnet roll terlihat mulai terkikis, toner tidak akan dapat bekerja dengan baik. Anda bisa langsung mengganti bagian ini dengan yang baru agar toner bisa kembali bekerja dan proses fotokopi bisa kembali berjalan dengan baik. 

Baca Juga: Cara Membersihkan Magnet Developing di Mesin Fotocopy

6. High Voltage Transformer (HVT)

High voltage transformer merupakan suatu bagian penting untuk mengalirkan arus ke beberapa komponen di dalam mesin fotocopy. Jika HVT ini tidak bekerja dengan baik atau tidak mengalirkan arus ke bagian-bagian tersebut, maka tidak heran jika hasil fotokopi jelek atau blank

Solusinya hanya satu, yaitu dengan mengganti HVT yang masih berfungsi. Untuk melihat apakah HVT yang bermasalah, Anda bisa mencoba mengganti HVT dan lakukan fotokopi. Jika hasil fotokopi bagus dengan HVT baru, bisa dipastikan HVT yang bermasalah. 

Baca Juga: Cara Memperbaiki HVT Canon IR 5000 yang Mudah

Demikian enam cara mengatasi hasil fotocopy blank putih. Sekarang Anda sudah bisa mencari bagian-bagian yang rusak tersebut di Pusat Fotokopi. Mesin fotocopy milik Anda dapat kembali  digunakan dengan dukungan Pusat Fotokopi.

cara mengatasi hasil scan yang terpotong

Bingung? Inilah 2 Cara Mengatasi Hasil Scan yang Terpotong

“Bagaimana cara mengatasi hasil scan yang terpotong?” Jika Anda mencari jawaban dari pertanyaan tersebut, maka artikel ini tepat untuk dibaca. Bingung mengapa hasil scan yang dilakukan terus terpotong? Padahal Anda sudah memastikan semua komponen terpasang dengan baik. Kasus ini biasanya sering terjadi karena ukuran kertas yang discan lebih besar dari ukuran kertas A4. Contohnya ketika Anda ingin mencoba scan kertas berukuran F4. Seringkali kertas F4 tidak bisa discan dengan hasil yang penuh sesuai kertas aslinya. Kalau ini terjadi pada Anda, cobalah melakukan beberapa cara di bawah ini. 

Bagaimana Cara Mengatasi Hasil Scan yang Terpotong Dengan Mudah?

Hasil scan yang terpotong bisa diakibatkan oleh beberapa hal. Contohnya, Anda menggunakan kertas yang tidak sesuai dengan tempat scan pada mesin fotocopy. Kita andaikan bahwa tempat scan pada mesin fotocopy hanya bisa melakukan scan kertas dengan ukuran kertas maksimal A3. Namun kertas yang ingin Anda scan memiliki ukuran lebih dari A3. 

Tidak heran mengapa kertas yang di scan akan terpotong, bukan? Penyebab lainnya adalah karena pengaturan dari mesin fotocopy yang tidak sesuai. Saat ini banyak pengusaha fotokopi yang masih tidak tahu bagaimana cara melakukan pengaturan pada mesin untuk memberikan hasil scan yang sempurna. Oleh karena itu beberapa cara berikut ini bisa Anda coba sebagai solusi dari scan yang terpotong. 

1. Memeriksa Pengaturan ADF

ADF merupakan kepanjangan dari Automatic Document Feeder. ADF ini merupakan suatu perangkat yang ada dalam mesin fotocopy. Tugas dari perangkat ADF ialah untuk membantu proses scan kertas yang akan difotokopi secara otomatis. 

Keberadaan ADF sebenarnya membantu para pengguna mesin fotocopy karena ADF bisa menarik kertas untuk discan dan fotocopy secara otomatis. Dengan begitu pengguna mesin fotocopy ini tidak perlu repot membuka dan menutup scanner setiap ada kertas yang ingin di scan. Bayangkan jika ada 100 lembar kertas yang ingin di scan dan di fotokopi, Anda pasti perlu membuka dan menutup penutup scanner 100 kali. 

Meskipun memudahkan, seringkali pengaturan ADF ini tidak tepat dan menyebabkan hasil scan terpotong. Cara mengubah pengaturan ADF ini mudah saja, coba perhatikan langkah-langkahnya di bawah ini: 

  • Pilih bagian “Service Mode” dari layar mesin fotocopy. Dalam mesin fotocopy Canon, Anda bisa menekan tombol “*28*” untuk masuk ke bagian service mode. 
  • Kemudian tekan “*2” untuk masuk pada bagian “Service Mode Level 2”
  • Pilih bagian “Copier” dan pilih “Option”. 
  • Pilih bagian “Body”, dilanjutkan dengan menekannya ke arah kiri satu kali. 
  • Cari bagian yang memiliki tulisan “ORG-LGL”. Dari sini Anda perlu mengganti nilainya dengan angka “1”.
  • Tekan “OK” agar pengaturan tersimpan.
  • Terakhir, Anda hanya perlu menyalakan ulang mesin fotocopy dan coba lakukan scan untuk melihat hasilnya. 

2. Menyesuaikan Pengaturan di Mesin Fotocopy

Apabila Anda mendapati bahwa hasil scan terpotong pada bagian kiri atau kanan, maka kemungkinan besar ADF bergeser dari tempat yang seharusnya. Untuk memperbaikinya, Anda bisa langsung menuju pengaturan di layar mesin fotocopy. Masuk ke dalam bagian “Save Mode” dan pilih bagian “Copier”. Selanjutnya pilih “Feeder” dan berlanjut ke bagian “Adjust”. Pada layar akan muncul pilihan “DOCST” dan “LA-SPEED”. 

Pada bagian “DOCST”, Anda perlu menaikkan nilai tersebut. Untuk nilai yang tepat, Anda bisa mencoba berbagai kombinasi nilai untuk mendapatkan hasil scan yang sempurna. Setiap kali Anda mengubah nilai DOCST dan ingin melihat hasil scannya, jangan lupa pilih “OK”. Terakhir, Anda perlu menyalakan ulang mesin fotocopy agar pengaturan yang baru dapat diimplementasikan. 

Baca Juga: Bagaimana Cara Scan Menggunakan Mesin Fotocopy?

Demikian cara mengatasi hasil scan yang terpotong pada mesin fotocopy. Semoga kedua cara di atas bisa membantu Anda mengatasi permasalahan hasil scan yang terpotong. Apabila ternyata hasil scan masih terpotong, cobalah melakukan pengecekan pada komponen-komponen di dalam mesin fotocopy. Cek apakah ada bagian yang patah, kotor atau rusak. Jika benar ada bagian yang perlu diganti, Anda bisa mencari sparepartnya di Pusat Fotokopi. Kunjungi Pusat Fotokopi untuk mencari sparepart yang Anda butuhkan dan pesan sekarang juga!

banner sewa mesin fotocopy

WhatsApp chat